Sirko si Anjing dan Serigala Temannya

Saya sedang mencari-cari cerita sejarah traktor dari Ukraina ketika malah menemukan cerita dongeng ini[1]. Begini ceritanya: Sirko adalah anjing yang setia, sangat patuh dan sayang pada tuannya yang sangat baik. Seiring bertambahnya usia, kemampuan Sirko semakin menurun. Banyak kesalahan yang dilakukannya sampai suatu hari Sirko diusir tuannya. Di hutan, Sirko yang sedih bertemu dengan serigala, lalu berteman. Serigala itu lalu membantu Sirko agar bisa kembali diterima mantan Tuannya. Ketika mantan tuan (dan puan) Sirko sedang meladang, serigala menculik anak bayinya. Sirko tiba-tiba muncul, berpura-pura mengejar, berkelahi, kemudian menyelamatkan bayi tuannya. Tuannya senang dan menerima kembali Sirko sebagai anjingnya.
Suatu hari saat musim dingin, keluarga pemilik sirko mengadakan pesta pernikahan. Ada banyak makanan, daging dan vodka. Sirko teringat pada temannya sang serigala. Pada saat musim dingin, tentu makanan susah dicari. Sirko lalu mengajak temannya itu untuk menyelinap ke pesta, dibawah meja. Sirko mengambilkan temannya makanan, dan tentu saja minuman vodka. Serigala bukan manusia, walau hidup di Ukraina, tak biasa minum vodka. Baru sedikit minum, serigala itu sudah mabuk dan ingin bernyanyi. Sirko membujuk temannya agar diam dengan lebih banyak makanan, dan vodka. Akhirnya serigala itu benar-benar mabuk lepas kendali, dan mulai “bernyanyi”. Semua orang takut, histeris dan kaget. Sirko lalu berpura-pura mengejar temannya, temannya pergi dan terhindar dari amukan manusia.
⋯
Homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi sesamanya, kata orang-orang, dipopulerkan oleh Thomas Hobbes dalam Leviathan[2]. Hobbes bilang, manusia secara alami hidup sendiri dalam kebebasannya, ketika lebih dari satu manusia memiliki kebutuhan yang sama dan tidak bisa membagi, manusia lalu saling menjadi musuh. Secara alami manusia hidup dalam keadaan perang, "such a war as is of every man against every man".
Sirko dan temannya membuktikan bahwa Hobbes salah. Sirko setia menghamba pada tuannya sehingga tidak mampu hidup bebas. Serigala membantu sirko agar diterima kembali oleh tuannya. Sirko tidak lupa terimakasih dan memberi makanan pada serigala. Franz de waal juga tidak setuju dengan pendapat Hobbes itu. Katanya: "Pepatah itu gagal bertindak adil terhadap jenis anjing, yang merupakan hewan yang paling suka berteman dan bekerja sama di planet ini"[3].
Seorang senior di sekolah pernah mengomentari kaos saya yang bergambar serigala. Kenapa harus serigala, kenapa yang dijadikan panutan pramuka indonesia adalah serigala (impeesa)? Serigala adalah hewan yang hidup berkelompok, saling bekerja sama. Kenapa bukan Ajag yang spesies lokal? Itu soal lain-lain, yang jelas ajag, serigala, hyena, dingo, atau hewan keluarga anjing lainnya memang hidup berkelompok dan selalu bekerja sama.
Mungkin memang seharusnya manusia seperti keluarga anjing, yang suka berteman dan bekerja sama. Atau mungkin yang dimaksud Hobbes (dan orang-orang lain) dengan "manusia adalah serigala bagi sesamanya" adalah interaksi serigala-manusia, bukan interaksi serigala-serigala yang dimaksud oleh Franz de waal.. Interaksi serigala - manusia adalah saling menakuti, seperti dalam cerita sirko dimana orang-orang takut pada serigala yang sebenarnya hanya "ikut makan minum vodka dan bernyanyi".
-
Saya ceritakan kembali dari http://www.ripiu.com/article/read/sirko.
-
Thomas Hobbes, Leviathan http://ebooks.adelaide.edu.au/h/hobbes/thomas/h68l/complete.html.
-
Franz de waal, Primat dan Filsuf, Merunut Asal Usul Kesadaran Moral (Yogyakrta: Kanisius, 2011), Bagian I halaman 24.

